Headlines News :
Home » » Cerita Mitos dan Fakta Seputar Kota Medan

Cerita Mitos dan Fakta Seputar Kota Medan

Written By Syahnan Harahap on Rabu, 10 Desember 2014 | Rabu, Desember 10, 2014

Sehabis membaca artikel di forum kebanggaan indonesia,kaskus, dimana ada thread tentang salah dan benar tentang cerita kota medan.

Admin akan share juga di blog liputan-medan.blogspot.com untuk menambah wawasan pembaca blog ini dan membantu meluruskan persepsi pembaca tentang kota medan.

Medan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590.John Anderson, orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan seorang pemimpin bernama Tuanku Pulau Berayan sudah sejak beberapa tahun bermukim disana untuk menarik pajak dari sampan-sampan pengangkut lada yang menuruni sungai.

Pada tahun 1886, Medan secara resmi memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya residen Pesisir Timur serta Sultan Deli pindah ke Medan. Tahun 1909, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran. Dewan kota yang pertama terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra, dan seorang Tionghoa.

Di awal berdirinya kota Medan, pemerintahannya berbentuk kesultanan yg disebut Kesultanan Deli. Sehingga sejak zaman penjajahan orang selalu merangkaikan Medan dengan Deli (Medan–Deli). Setelah zaman kemerdekaan lama kelamaan istilah Medan Deli secara berangsur-angsur lenyap sehingga akhirnya kurang popular.

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang migrasi besar ke Medan. Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak perkebunan. Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan berhenti mendatangkan orang Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka lari meninggalkan kebun dan sering melakukan kerusuhan.

Perusahaan kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli perkebunan. Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk mengembangkan sektor perdagangan. Gelombang kedua ialah kedatangan orang Minangkabau, Mandailing dan Aceh. Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai buruh perkebunan, tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama.

Kota Medan adalah Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara, Kota ketiga terbesar di Indonesia, dan Kota Terbesar di luar pulau jawa.

Memiliki 21 Kecamatan, 151 Kelurahan dan 2001 Lingkungan (di Medan tidak pakai sistem RT / RW)

Jika dihitung secara garis lurus ( dari distancefromto.net ) maka :
 
- Jarak Medan - Jakarta = 1417,49 KM
- Jarak Medan - Bangkok = 1146.64 KM
- Jarak Medan - Singapura = 624.68 KM
- Jarak Medan - Kuala Lumpur = 339.10 KM

Mitos Tentang Medan

1.Medan Adalah Batak

Mayoritas orang luar Medan masih beranggapan bahwa Medan adalah kotanya orang Batak.

Fakta yang sebenarnya, suku asli kota Medan adalah Melayu Deli dengan bahasanya yg mirip ama bahasa Malaysia.
Hanya saja, saat ini Suku Melayu ini udah menjadi minoritas, yah seperti suku Betawi di Jakarta lah.

Berdasarkan komposisi suku (dari Bappeda Kota Medan), maka komposisi penduduk kota Medan saat ini :
  1. Jawa = 33,03 %
  2. Batak = 20,93 %
  3. Tionghoa = 10,65 %
  4. Mandailing = 9,36 %
  5. Minang Kabau = 8,60 %
  6. Melayu = 5,59 %
  7. Karo = 4,10 %
  8. Sunda = 2,78 %
  9. Lain – lain = 3,95 %
Dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 2,1 Juta Jiwa + Komuter sekitar 500 ribuan (Dari Medan Dalam Angka Tahun 2013).

Yup, mayoritas penduduk kota Medan saat ini adalah suku Jawa, karena Batak, Karo dan Mandailing itu sebenarnya adalah 3 suku yg berbeda, bahasa daerah dan aksen yang berbeda, adat - istiadat yg berbeda, dan agama mayoritasnya pun berbeda.

2.Sumatera Utara Adalah Medan

Sering kali bagi orang luar Medan, selalu menganggap orang - orang dari Sumatera Utara adalah orang Medan. Mungkin kalo sekedar untuk memudahkan, ya boleh-2x aja.

Fakta yang sebenarnya, luas kota Medan hanya 265,10 km2, sedangkan luas Propinsi Sumatera Utara adalah 71.680,68 Km2 atau dengan kata lain, Kota Medan itu hanya sekitar 0,37 % dari Propinsi Sumatera Utara.

Selain Kota Medan, masih ada 32 Kabupaten / Kota lagi yg ada di Propinsi Sumatera Utara. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara)

3.Dialeg atau Logat Medan Itu Keras

Sering dilihatkan di TV, apakah itu sinetron, FTV dll, bahwa kalo orang Medan itu selalu berbicara dengan aksen / logat Batak yang kental.

Yah, mungkin kalau bertemu dengan orang Batak atau Mandailing yang masih kental bahasa daerahnya (biasanya masih baru tinggal di Medan), sehingga terdengar aksennya yang keras.

Tapi pasti lain ceritanya kalau bertemu dengan orang Melayu dengan aksen seperti Malaysia, atau Karo dengan logat berirama seperti orang Sunda.

Yang jelas, bagi penduduk Kota Medan yang memang udah lahir - besar di Kota Medan, maka logatnya udah gak lagi sekeras Batak / Mandailing, walaupun juga gak selembut Karo.

Bahasa Medan saat ini justru sudah memiliki aksen dan logat tersendiri terdengar seperti campuran Batak/Mandailing, Melayu dan Karo, yg jelas berbeda dengan apa yg sering di lihatkan di TV

Bahasa Medan saat ini juga memiliki penamaan benda yang berbeda dari Bahasa Indonesia di daerah lain seperti :

Kereta = Sepeda Motor
Motor = Mobil
Kereta Api = Kereta Api
Kapal = Kapal Laut
Kapal Terbang = Pesawat
dan banyak lagi, jelasnya udah ada yg post http://liputan-medan.blogspot.com.es/2012/09/kamus-bahasa-atau-logat-medan-yang-khas.html
 
4.Orang Medan Suka Makan Anjing

Ini juga merupakan salah satu bentuk generalisasi yg sering ane dapat dari orang luar Medan.

Faktanya, yg begitu itu hanyalah sebahagian kecil dari suku yang ada di Medan. Ditambah lagi faktor agama yg dominan, sehingga bagi penduduk kota Medan yang agamanya melarang untuk memakan Anjing, ya mereka gak akan memakannya.

Informasi tambahan tentang kota medan agar menambah wawasan pembaca tentang kota medan.

Beberapa Sungai yang mengaliri Kota Medan adalah Sungai Belawan, Sungai Badera, Sungai Sikambing, Sungai Putih, Sungai Babura, Sungai Deli, Sungai Sulang-Saling, Sungai Kera, dan Sungai Tuntungan. Pemerintah juga telah membuat kanal besar dengan nama Medan Kanal Timur agar dapat mencegah banjir di beberapa wilayah Kota Medan. Menara Air Tirtanadi adalah sebuah bangunan yang menjadi ikon Kota Medan.

Kota Medan dipimpin oleh seorang walikota. Secara administratif, Medan terdiri atas 151 kelurahan dan 21 kecamatan, diantaranya adalah :
  • Medan Tuntungan
  • Medan Johor
  • Medan Amplas
  • Medan Denai
  • Medan Area
  • Medan Kota
  • Medan Maimun
  • Medan Polonia
  • Medan Baru
  • Medan Selayang
  • Medan Sunggal
  • Medan Helvetia
  • Medan Petisah
  • Medan Barat
  • Medan Timur
  • Medan Perjuangan
  • Medan Tembung
  • Medan Deli
  • Medan Labuhan
  • Medan Marelan
  • Medan Belawan
Islam dan Kristen Protestan adalah agama yang dominan di kota ini. Setelahnya, secara berurutan adalah agama Katholik, Budha dan Hindu. Kota Medan, seperti halnya Indonesia secara umumnya, memberikan kebebasan kepada setiap masyarakat untuk dapat melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Sehingga, tidak sulit menemukan rumah ibadah saat anda berada di kota ini.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : And Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Liputan Medan - All Rights Reserved
Redesign And