Headlines News :
Home » , » Gaya Baru Anak Abg Medan Mesum Di Warnet

Gaya Baru Anak Abg Medan Mesum Di Warnet

Written By Syahnan Harahap on Selasa, 04 Desember 2012 | Selasa, Desember 04, 2012

Medan tanggal 4 desember sekita pukul 13.30 Wib Satuan Polsek Medan Baru Mengamankan Empat Remaja yang berinisial 1y,ld,rc dan lU yang kedapatan sedang berbuat mesum di Warnet Tongat Net Jalan Kapten Muslim Dekat Persimpangan Lapangan Zipur Helvetia Medan.

Awalnya, polisi hendak mencari pelaku pencurian sepeda motor yang diduga berada di Warnet Tongat Jalan Kapten Muslim, Medan, hari ini.

Namun, saat polisi melakukan penyisiran di dalam warnet tersebut, bukanlah pelaku pencurian yang ditemukan, melainkan dua pasangan berlainan jenis sedang bercumbu di depan komputer.

Kemudian keempat remaja yang diketahui merupakan siswa SMA salah satu sekolah swasta di Medan, langsung dibawa ke Mapolsek Medan Baru.

Reserse Kriminal Unit Judi Sila Polresta Medan saat menggerebek warnet Anggel di Jalan Matahari Raya, Medan Helvetia 23 mei lalu, diduga dijadikan lokasi mesum,  dan mengamankan seorang operator dan dua pasangan yang masih pelajar diduga berbuat mesum.

Kedua pasangan tersebut Siti Fatma Wati (16) warga Jalan Karya Gang Sukri, Medan Barat, pelajar kelas 2, SMU swasta di Medan sedang melakukan perbuatan mesum dengan seorang mahasiswa bernama Agung (21) warga Jalan Titi Papan, Yos Sudarso Medan.

Sedangkan Dian (16)  pelajar SMU Negeri di Medan, warga Jalan Zainul Arifin, Kampung Keling, Medan Baru, ditangkap petugas di dalam KBU 8 sedang bercumbu dengan seorang pemuda penganguran bernama Andi (19) warga Jalan Tanjung Raya, Desa Helevetia.

Sementara itu operator warnet Anggel yang diamankan polisi, Jery (22) warga Jalan Tanjung Raya Desa Helvetia, saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian mengatakan, sudah mengetahui kedua pelajar tersebut melakukan perbuatan mesum, karena para pelajar yang sering datang ke warnet tersebut sering melakukan perbuatan mesum, akhirnya membiarkan saja.

Senin 8 agustus 2011 lalu terungkap lewat laporan Pelangi (nama samaran) (16) warga Jalan Tanjung Anom, Medan Sunggal ke Polresta Medan.

Pelangi (nama samaran) (16) warga Jalan Tanjung Anom, Medan Sunggal ini mengaku telah di tiduri pacarnya berulang-ulang di dalam warnet Elevent di kawasan Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara.

Orang tua Pelangi yang tak terima, melaporkan perbuatan Bayu Riski (16) warga Jalan Sei Lepan, Medan ke Mapolresta Medan, Kamis 4 agustus 2011 pagi. Tak hayal, Bayu harus lebaran dalam sel tahan Mapolresta Medan.

Seorang psikolog dari Universitas Medan Area, Emilya Ginting mengatakan aktifitas seksual aktif antara remaja pria dan wanita di warnet, bukanlah hal yang baru terjadi di kota Medan.

Hal ini juga didukung oleh manajemen warnet itu sendiri. Emilya mengatakan masih banyak ditemukan warnet yang mendesain tata letak kursi dan komputer untuk para customernya cenderung tertutup sehingga akses untuk customer hanya memuat 2 orang yang dibuat dalam bentuk bilik-bilik.

Selain itu penerangan di dalam warnet juga dibuat sangat minim sehingga terkesan gelap.

"Situasi ini, sebenarnya mengkondisikan pengguna warnet tersebut bisa menikmati suasana yang mendorong terjadinya seksual aktif, bagi pengguna yang datang berpasangan,"

Emilya menambahkan, peran keluarga terutama orang tua sekarang ini sudah semakin modern dengan adanya paham keterbukaan.

Orang tua beranggapan bahwa peran mereka cukup sebagai menyokong dan pengawas perkembangan biologis fisik, yaitu tumbuh kembang fisik sampai anak tumbuh besar, perkembangan otak dan kecukupan fisik sehingga mereka bisa tumbuh dengan sehat.

Disamping itu tujuan moral pendidikan dinilai sudah juga mulai memudar, pendidikan karakter yang belakangan ini yang banyak dibicarakan hanya sebatas ditulis didalam kertas, namun pada pelaksaannya masih banyak sikap-sikap guru yang hanya bekerja sekedar menjalankan tugas, namun tidak memberikan contoh dan teladan untuk pembelajaran moral, atau lazim disebut budi pekerti.

Guru tidak lagi mengajarkan sopan santun pada anak-anak didik mereka, pendidikan kita hanya berfokus pada pengembangan kognitif, tidak untuk afektif dan konatif. Sehingga banyak anak-anak yang pintar, namun kurang memiliki sopan dan santun dalam pergaulan.

Ia berharap orang tua dapat memberikan aturan yang jelas dan konsistn terkait dengan aturan pergaulan, mencari konsekuensi yang sesuau untuk kesalahan yang dlakukan oleh anak dan seluruh civitas berkomitmen menjalankan aturan yang dibuat tersebut.

Secara terpisah, seorang pelajar pernah tertangkap sedang menonton video porno di komputer sebuah warnet di kawasan Padang Bulan Medan. Ia mengaku sering menonton itu bersama pacarnya. Ia juga mengatakan pernah berbuat mesum di bilik warnet. "Banyak kok yang kayak gitu di warnet ini." kata Beni, yang berstatus masih pelajar SMP itu.

Banyak warung internet (warnet) di Kota Medan yang diduga berubah fungsi menjadi tempat mesum. Itu terungkap dalam razia yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Medan bersama pihak kepolisian kota medan (was)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : And Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Liputan Medan - All Rights Reserved
Redesign And